Senat Politani Kupang Setujui Rekomendasi Pembukaan Program Studi Ekologi dan Konservasi Hutan: Langkah Strategis Menuju Kampus Unggul dan Adaptif
Kupang, Rabu 10 Desember 2025 — Politeknik Pertanian Negeri Kupang kembali menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi vokasi yang unggul melalui penguatan pendidikan dan inovasi. Hal ini ditandai dengan persetujuan resmi Senat terhadap usulan pembukaan Program Studi Ekologi dan Konservasi Hutan di Jurusan Kehutanan. Rekomendasi tersebut disahkan dalam rapat senat yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 2, Gedung Community Centre.
Rapat dibuka pukul 09.45 WITA dan dipimpin oleh Ketua Senat, Ibu Dina V. Sinlae, S.P., M.Agribus, yang hadir bersama sejumlah anggota senat. Dalam suasana diskusi yang penuh partisipasi, para anggota senat menyampaikan berbagai masukan penting terkait penyempurnaan dokumen akademik sebelum diajukan ke kementerian, terutama pada aspek kurikulum, kebutuhan industri, kesiapan sarana, serta pemetaan potensi lokal.
![]() |
|
| Rapat dibuka oleh ketua senat Dina V. Sinlae, S.P., M.Agribus (Kiri) dan Pemaparan materi oleh Dr. Blasius Paga, S.Hut., M.Si, sebagai Ketua Tim Penyusun Program Studi Ekologi dan Konservasi Hutan (Kanan) | |
![]() |
![]() |
|
Beberapa Anggota senat yang menghadiri rapat (kiri) dan Rapat anggota senat bersama Tim penyusun Prodi baru kehutanan (kanan)
|
|
Presentasi utama disampaikan oleh Dr. Blasius Paga, S.Hut., M.Si, sebagai Ketua Tim Penyusun. Ia menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Ekologi dan Konservasi Hutan adalah respon strategis terhadap kebutuhan tenaga profesional di bidang ekologi hutan, konservasi biodiversitas, adaptasi perubahan iklim, serta pengelolaan lanskap hutan tropis kering yang menjadi ciri khas wilayah Nusa Tenggara Timur.
Selaras dengan Visi: Menuju Politani Kupang Unggul Melalui Pemberdayaan Keberagaman dan Kemampuan Beradaptasi
Persetujuan pembukaan program studi baru ini secara langsung menguatkan visi Politani Kupang, yaitu “Menuju Politani Kupang Unggul Melalui Pemberdayaan Keberagaman dan Kemampuan Beradaptasi Terhadap Perubahan.”
Program studi ini dipandang sebagai manifestasi nyata dari visi tersebut karena:
- Menghadirkan pendidikan yang responsif terhadap perubahan lingkungan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat,
- Memanfaatkan kekayaan biodiversitas serta karakteristik unik hutan lahan kering sebagai kekuatan lokal,
- Menghasilkan lulusan adaptif, berintegritas, dan profesional dalam menghadapi dinamika sektor kehutanan.
Penguatan Lima Misi Politani Kupang
Pembukaan Prodi Ekologi dan Konservasi Hutan juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian lima misi institusi, antara lain:
- Pendidikan vokasi yang unggul dan adaptif terhadap perubahan. Program studi ini dirancang berbasis kompetensi dengan pendekatan pembelajaran aplikatif di lapangan, untuk melahirkan SDM yang siap bekerja pada sektor kehutanan, lingkungan, ekowisata, mitigasi bencana, hingga pemulihan ekosistem.
- Penelitian terapan inovatif berbasis komoditas unggulan lokal. Sebagai pusat pengembangan ilmu ekologi hutan kering, prodi ini akan mendorong penelitian mengenai konservasi spesies endemik, agroforestri, restorasi lanskap, dan adaptasi perubahan iklim yang relevan dengan kondisi kawasan kepulauan.
- Pengabdian kepada masyarakat melalui hilirisasi teknologi. Mahasiswa dan dosen nantinya dapat terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti pengelolaan hutan desa, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, restorasi lahan kritis, serta pendampingan kelompok tani hutan.
- Reformasi birokrasi dan tata kelola Good Governance. Proses penyusunan dokumen prodi mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas. Hal ini memperkuat budaya kerja profesional dalam penyelenggaraan tri dharma.
- Pengembangan kerja sama inovatif. Prodi baru ini membuka peluang kolaborasi dengan instansi kehutanan, lembaga konservasi, pemerintah daerah, industri kehutanan, hingga jaringan internasional untuk peningkatan mutu pendidikan vokasi.
Senat Resmi Menyetujui Usulan
Setelah melalui pembahasan yang komprehensif, Senat secara resmi menyetujui pemberian rekomendasi atas pembukaan Program Studi Ekologi dan Konservasi Hutan. Keputusan ini merupakan tonggak penting dalam upaya Jurusan Kehutanan memperluas layanan pendidikan dan memperkuat kontribusi dalam pembangunan kawasan lahan kering kepulauan.
Rapat senat ditutup pada pukul 10.31 WITA, dengan harapan bahwa dokumen yang telah diperbaiki segera diproses menuju tahap persetujuan di tingkat kementerian. (RS)


