Kolaborasi ICRAF dan Politani Kupang, Jurusan Kehutanan Dorong Inovasi Pemetaan Bentang Lahan melalui Diskusi LUMA


Keterangan: Diskusi Dosen Jurusan Kehutanan dengan ICRAF (World Agroforestry) terkait LUMA
Kupang, 15 April 2026 — Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) sukses menyelenggarakan kegiatan Diskusi Pengembangan Teknologi Pemetaan Bentang Lahan untuk Restorasi dan Pengelolaan Bentang Lahan bersama ICRAF (World Agroforestry), Rabu (15/4), bertempat di Ruang Ujian Jurusan Kehutanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas akademisi dalam mendukung pengelolaan bentang lahan berbasis data spasial yang akurat dan partisipatif.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Fransiskus X. Dako, S.Hut., M.Sc., IPU, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam mendukung pengelolaan hutan dan bentang lahan berkelanjutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, serta dipandu oleh moderator Badia Roy R. Nababan, S.Hut., M.Hut.
Diskusi ini merupakan bagian dari implementasi program penelitian Evolving Participatory Information System (Epistem) yang dikembangkan ICRAF bersama mitra internasional. Program ini bertujuan menghadirkan solusi teknologi pemetaan bentang lahan yang mudah diakses dan digunakan oleh berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah platform LUMA (Land Use Mapping for All), yaitu aplikasi berbasis web yang memungkinkan pengguna melakukan pemetaan tutupan dan penggunaan lahan menggunakan data satelit tanpa memerlukan keahlian pemrograman atau instalasi perangkat lunak khusus. Teknologi ini dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan keterbatasan akses dan kapasitas pengolahan data spasial di berbagai institusi.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para dosen Jurusan Kehutanan yang aktif mengikuti seluruh rangkaian acara. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi ruang interaktif untuk menggali kebutuhan riil pemetaan dan pemantauan bentang lahan di tingkat lokal, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan studi kasus berbasis penggunaan LUMA.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama mengenai pentingnya data spasial yang akurat, mutakhir, dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan keputusan dalam restorasi dan pengelolaan bentang lahan. Selain itu, kolaborasi antara ICRAF dan Politani Kupang diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademisi dalam mendukung agenda nasional seperti pengurangan emisi karbon, pelestarian keanekaragaman hayati, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran dan kolaborasi berbasis teknologi pemetaan yang adaptif dan partisipatif di Nusa Tenggara Timur.
(RS)
