Sinergi Strategis Politani Kupang–Plan Indonesia: Program CERAH untuk Perlindungan Sumber Air

Gambar 1. Perkenalan PLAN ke jurusan kehutanan oleh Juliani F. Talan
Kupang — Kamis, 29 Januari 2026 menjadi momentum awal yang positif bagi penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penyelamatan sumber daya air di Kota Kupang. Yayasan Plan International Indonesia melakukan kunjungan resmi ke Kampus Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang), khususnya Jurusan Kehutanan, untuk membahas pelaksanaan Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Yayasan Plan International Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, dosen, serta mahasiswa Jurusan Kehutanan Politani Kupang. Pertemuan diawali dengan sambutan sekaligus pengantar diskusi oleh Ketua Jurusan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Fransiskus Xaverius Dako, S.Hut., M.Sc., yang juga bertindak sebagai moderator kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kelancaran kegiatan.

Gambar 2. Penyamapian materi sedang berlangsung diikuti oleh Mahasiswa dan dosen
Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Plan International Indonesia memaparkan profil lembaga serta rencana implementasi Program CERAH yang akan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2025 hingga 2028, di wilayah Kota Kupang. Coordinator NTT CERAH PROJECT, Juliani F. Talan, menjelaskan bahwa Program CERAH didukung oleh Pemerintah Australia dan difokuskan pada peningkatan kapasitas serta kualitas air minum masyarakat Kota Kupang.
“Program CERAH menyasar pengelolaan air dan lahan secara terpadu, khususnya di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Dendeng dan Kali Liba, dari hulu hingga hilir,” jelas Juliani. Selain itu, PLAN Indonesia juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam mendukung program tersebut.
Kolaborasi yang dibangun dalam Program CERAH mencakup berbagai kegiatan strategis, antara lain penanganan Non Revenue Water (NRW), penguatan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), edukasi publik, pemberdayaan komunitas lokal, serta aksi konservasi lingkungan seperti penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, dan biopori. Program ini juga menekankan prinsip inklusivitas dengan melibatkan perempuan, pemuda, kelompok disabilitas, serta tokoh adat setempat.
Sebagai bagian dari rangkaian upaya tersebut, sebelumnya Jurusan Kehutanan Politani Kupang juga telah berkontribusi dalam kegiatan penanaman pohon di DAS Liliba, yang berlokasi di RT/RW 006/003 Kelurahan Liliba, pada Jumat, 5 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan PLAN Indonesia sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung mitigasi bencana di kawasan aliran sungai.
Ke depan, kegiatan penanaman tersebut akan disertai dengan proses monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Pemerintah daerah dan masyarakat sekitar akan dilibatkan untuk menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam. Penanaman di DAS Liliba dipandang sebagai pilot project yang diharapkan dapat menjadi model penghijauan bagi DAS lain di Kota Kupang maupun wilayah lain yang membutuhkan intervensi serupa.

Gambar 3. Pemberian kenang-kenangan oleh Project Manager CERAH kepada Prof. Dr. Ir. Fransiskus Xaverius Dako, S.Hut., M.Sc selaku ketua jurusan Kehutanan
PLAN Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan penanaman sekitar 300 pohon tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk Tim 11, Jurusan Kehutanan Politani Kupang, serta mitra lain yang memiliki kepedulian terhadap isu sumber daya air. Kolaborasi ini dinilai sebagai fondasi penting agar upaya perbaikan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Gambar 4. Pemberian hadiah kepada peserta (Dosen dan mahasiswa) yang bertanya
Lebih lanjut, PLAN Indonesia menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra yang terlibat diharapkan berperan aktif dalam pemeliharaan hingga minimal tahun kedua pascapenanaman.
Kegiatan ini juga disambut dengan antusiasme tinggi dari para dosen dan mahasiswa Jurusan Kehutanan Politani Kupang. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan, ide, serta solusi yang disampaikan terkait rencana pelaksanaan Program CERAH. PLAN Indonesia pun membuka peluang kolaborasi jangka panjang bagi dosen dan mahasiswa, baik melalui program magang, penelitian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan lembaga pembangunan ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan sumber daya air dan lahan secara berkelanjutan demi masa depan Kota Kupang yang lebih CERAH.
(RS)
