• Slide39.JPG
  • Slide29.JPG
  • Slide34.JPG
  • Slide32.JPG
  • Slide55.JPG
  • Slide21.JPG
  • Slide50.JPG
  • Slide13.JPG
  • Slide6.JPG
  • Slide37.JPG
  • Slide4.JPG
  • Slide9.JPG
  • Slide10.JPG
  • Slide46.JPG
  • Slide20.JPG
  • Slide7.JPG
  • Slide40.JPG
  • Slide3.JPG
  • Slide11.JPG
  • Slide45.JPG
  • Slide43.JPG
  • Slide36.JPG
  • Slide12.JPG
  • IMG-20251205-WA0034.jpg
  • Slide22.JPG
  • Slide53.JPG
  • Slide33.JPG
  • Slide38.JPG
  • Slide42.JPG
  • Slide25.JPG
  • Slide44.JPG
  • Slide31.JPG
  • Slide5.JPG
  • Slide30.JPG
  • Slide52.JPG
  • Slide2.JPG
  • Slide8.JPG
  • Slide48.JPG
  • Slide18.JPG
  • Slide19.JPG
  • Slide35.JPG
  • Slide27.JPG
  • Slide16.JPG
  • Slide28.JPG
  • IMG-20251205-WA0032.jpg
  • Slide51.JPG
  • Slide41.JPG
  • Slide47.JPG
  • Slide1.JPG
  • Slide54.JPG
  • Slide23.JPG
  • Slide49.JPG
  • Slide26.JPG
  • Slide24.JPG
  • Slide56.JPG
  • Slide15.JPG
  • Slide17.JPG
  • Slide14.JPG

Menutup 2025 dengan Syukur, Menyongsong 2026 dengan Semangat Baru: Politani Kupang Gelar Syukuran Tahun Kerja

20260130_090704_1.jpg

Gambar 1. Syukuran Penutupan Tahun Kerja 2025 dan Pelaksanaan Tahun Kerja 2026 

Suasana penuh refleksi dan harapan mewarnai acara Syukuran Penutupan Tahun Kerja 2025 dan Pelaksanaan Tahun Kerja 2026 di Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Acara diawali dengan renungan yang disampaikan oleh Romo Dr. Oktovianus Naif, Pr, yang mengajak seluruh civitas akademika merenungkan makna kerja melalui tiga kata kunci khas politeknik: menabur, membiarkan tumbuh, dan menuai.

20260130_092802_1.jpg

Gambar 2. Syukuran Penutupan Tahun Kerja 2025 dan Pelaksanaan Tahun Kerja 2026 dengan lagu pujian

Dalam renungannya, Romo Oktovianus menegaskan bahwa tindakan menabur merupakan refleksi mandat ilahi bagi manusia untuk bekerja, mengolah, dan memelihara. Dalam konteks pertanian, menabur berarti menanam benih dan membiarkannya tumbuh secara alamiah. Sementara dalam dunia pendidikan, menabur diwujudkan melalui pemberian pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) kepada mahasiswa.

“Perkembangan mahasiswa sering kali tumbuh dengan caranya sendiri, kadang tidak terduga, namun justru di situlah keajaiban pendidikan,” ungkapnya, diselingi contoh jenaka “mengawinkan pisang dan mangga” yang mengundang tawa hadirin—sebuah simbol kreativitas dan keberanian untuk tampil beda.

Romo Oktovianus juga mengajak seluruh insan Politani untuk melakukan refleksi melalui konsep 3T:
Tonton, dengan melihat kembali perjalanan tahun 2025—yang penuh capaian sekaligus tantangan;
Tuntun, dengan menghadirkan nilai-nilai normatif dari agama, pendidikan, dan kehidupan sosial; serta
Tantang, sebagai respons atas dunia yang terus berkembang dan menuntut daya saing tinggi.
Refleksi tersebut diharapkan mampu mengubah pengalaman menjadi ruang eksplorasi yang melahirkan harapan baru.

20260130_101434_1.jpg

Gambar 3. Persembahan Pujian dari Jurusan Pertanian

20260130_104158_1.jpg20260130_094513_1.jpg

Gambar 4 dan 5 dari Persembahan Pujian dari Kependidikan dan Jurusan Peternakan

Selanjutnya, Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas dedikasi dan kerja keras sepanjang tahun 2025. Ia mencatat berbagai aktivitas, prestasi, dan capaian yang berhasil diraih, termasuk pengelolaan program dan kerja sama strategis yang luar biasa.

Dari 11 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditargetkan, Politani Kupang optimis dapat mencapai 9 IKU, didukung oleh semangat kolektif seluruh elemen institusi. Direktur juga menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum bersama untuk memperkuat langkah menuju akreditasi internasional, sertifikasi produk, dan sertifikasi laboratorium, seiring dengan peningkatan sumber daya pendukung.

20260130_110723_1.jpg

Ganbar 6. Sambutan dari Direktur Politani Kupang

Capaian membanggakan lainnya adalah bertambahnya dua guru besar, yakni guru besar ke-7 dan ke-8 yang diraih pada tahun 2025. Adapun target strategis tahun 2026 difokuskan pada peningkatan lulusan tepat waktu, penguatan pendapatan institusi melalui optimalisasi Teaching Factory (TEFA) sebagai sumber daya dan penunjang praktikum, serta kontribusi nyata terhadap lima tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Acara ditutup dengan sesi foto bersama Direktur, Wakil Direktur, Kepala UPA, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Sekretaris Jurusan, dan para profesor. Kebersamaan semakin terasa saat seluruh hadirin menikmati pangan lokal jagung bose, sebagai simbol kearifan lokal, keberlanjutan, dan identitas kuat Politani Kupang dalam menabur hari ini untuk menuai masa depan.

(RS)

More in Berita  

Login Form