• Slide10.JPG
  • Slide24.JPG
  • Slide13.JPG
  • Slide54.JPG
  • Slide40.JPG
  • Slide14.JPG
  • IMG-20251205-WA0032.jpg
  • Slide33.JPG
  • Slide46.JPG
  • Slide18.JPG
  • Slide29.JPG
  • Slide21.JPG
  • Slide2.JPG
  • Slide8.JPG
  • Slide25.JPG
  • Slide7.JPG
  • Slide38.JPG
  • Slide9.JPG
  • Slide16.JPG
  • Slide27.JPG
  • Slide5.JPG
  • Slide26.JPG
  • Slide1.JPG
  • Slide55.JPG
  • Slide42.JPG
  • Slide19.JPG
  • Slide37.JPG
  • Slide32.JPG
  • Slide52.JPG
  • Slide36.JPG
  • Slide48.JPG
  • Slide35.JPG
  • Slide53.JPG
  • Slide30.JPG
  • Slide6.JPG
  • Slide23.JPG
  • Slide44.JPG
  • Slide39.JPG
  • Slide17.JPG
  • Slide15.JPG
  • IMG-20251205-WA0034.jpg
  • Slide22.JPG
  • Slide34.JPG
  • Slide49.JPG
  • Slide47.JPG
  • Slide50.JPG
  • Slide41.JPG
  • Slide20.JPG
  • Slide51.JPG
  • Slide3.JPG
  • Slide28.JPG
  • Slide45.JPG
  • Slide56.JPG
  • Slide4.JPG
  • Slide43.JPG
  • Slide31.JPG
  • Slide11.JPG
  • Slide12.JPG

Rapat Koordinasi Konservasi: PLAN Internasional dan Politani Kupang Perkuat Komitmen Tree Planting di Kaeneno

WhatsApp_Image_2026-02-20_at_4.28.49_PM.jpeg

 

Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, menjadi titik awal gerakan kolaboratif konservasi lingkungan melalui program Tree Planting Project yang digagas oleh PLAN Internasional Indonesia bersama Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang).

Kegiatan ini diawali dengan pertemuan koordinasi secara daring yang membahas Kerangka Acuan Kegiatan (KAK), mulai dari latar belakang, tujuan, hingga indikator capaian program yang direncanakan berlangsung pada Maret 2026 hingga Februari 2027. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan visi dan strategi pelaksanaan konservasi berbasis masyarakat di Desa Kaeneno.

Dari pihak Kehutanan Politani Kupang, kegiatan ini melibatkan para dosen:

  1. Prof. Dr. Ir. Fransiskus Xaverius Dako, S.Hut., M.Sc., IPU;
  2. Prof. Dr. Ir. Jeriels Matatula, S.Hut., M.Sc;
  3. Meilyn R. Pathibang, S.Hut., MP;
  4. Rosalia Silaban, S.Hut., M.Sc;
  5. Kletus Florianus Sera Gare, S.Hut., M.Sc; serta
  6. Frenly Marvi Selanno, S.Hut., M.Sc.

Keterlibatan para akademisi ini menunjukkan komitmen kuat perguruan tinggi vokasi dalam mendukung rehabilitasi lanskap dan penguatan ketahanan ekosistem desa melalui pendekatan ilmiah dan pendampingan teknis yang terukur.

Program ini dirancang sebagai respon terhadap kondisi ekologis Kabupaten TTS yang menghadapi tantangan kemarau panjang, curah hujan tidak menentu, serta degradasi lahan pada wilayah perbukitan dan daerah tangkapan air (catchment area). Dampaknya tidak hanya berupa menurunnya debit mata air dan meningkatnya risiko banjir maupun longsor, tetapi juga bertambahnya beban sosial-ekonomi masyarakat desa, terutama perempuan dan anak-anak dalam mengakses air bersih.

Melalui kegiatan reboisasi dan penghijauan pada kawasan prioritas daerah aliran sungai (DAS), program ini bertujuan memperkuat ketahanan air dan ekosistem desa dengan tata kelola kolaboratif berbasis komunitas. Penanaman pohon diarahkan untuk memulihkan fungsi hidrologis lahan, meningkatkan pengisian ulang air tanah (groundwater recharge), mengurangi sedimentasi, serta menstabilkan lereng-lereng kritis.

Tujuan khusus kegiatan ini meliputi pemulihan daerah tangkapan air utama, peningkatan kapasitas pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat—termasuk perempuan, pemuda, dan kelompok tani—dalam proses penanaman dan pemeliharaan, serta kontribusi terhadap target iklim lokal dan nasional melalui penyerapan karbon terukur dan aksi adaptasi perubahan iklim.

Sinergi antara PLAN Internasional Indonesia dan Kehutanan Politani Kupang diharapkan mampu menghasilkan dampak jangka panjang berupa meningkatnya ketersediaan air, membaiknya produktivitas lahan pertanian, serta tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem hulu.

Dari ruang rapat daring menuju aksi nyata di lapangan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa langkah sederhana menanam pohon hari ini adalah investasi besar bagi masa depan lingkungan dan generasi mendatang di Desa Kaeneno.

 

More in Berita  

Login Form