• Slide8.JPG
  • IMG-20251205-WA0034.jpg
  • Slide44.JPG
  • Slide50.JPG
  • Slide54.JPG
  • Slide36.JPG
  • Slide40.JPG
  • Slide10.JPG
  • Slide22.JPG
  • Slide39.JPG
  • Slide48.JPG
  • Slide26.JPG
  • Slide3.JPG
  • Slide31.JPG
  • Slide19.JPG
  • Slide28.JPG
  • Slide18.JPG
  • Slide29.JPG
  • Slide21.JPG
  • Slide5.JPG
  • Slide24.JPG
  • Slide16.JPG
  • Slide20.JPG
  • Slide7.JPG
  • Slide4.JPG
  • Slide11.JPG
  • Slide32.JPG
  • Slide45.JPG
  • Slide37.JPG
  • Slide55.JPG
  • Slide47.JPG
  • Slide13.JPG
  • Slide17.JPG
  • Slide15.JPG
  • Slide27.JPG
  • Slide25.JPG
  • Slide12.JPG
  • Slide49.JPG
  • Slide2.JPG
  • Slide52.JPG
  • Slide42.JPG
  • Slide43.JPG
  • Slide30.JPG
  • Slide53.JPG
  • Slide41.JPG
  • Slide23.JPG
  • IMG-20251205-WA0032.jpg
  • Slide51.JPG
  • Slide56.JPG
  • Slide46.JPG
  • Slide14.JPG
  • Slide9.JPG
  • Slide1.JPG
  • Slide35.JPG
  • Slide38.JPG
  • Slide34.JPG
  • Slide6.JPG
  • Slide33.JPG

Dari Edukasi ke Aksi: Mahasiswa dan Dosen Bersinergi Bersama Plan International Indonesia Hijaukan DAS Kolhua demi Keberlanjutan Air Kota Kupang

WhatsApp_Image_2026-02-13_at_6.48.20_PM.jpeg

Gambar 1. Penanaman oleh Bapak Kletus Florianus Sera Gare, S.Hut., M.Sc

WhatsApp_Image_2026-02-13_at_6.31.11_PM_1.jpeg

Gambar 2. Foto bersama Politani Kupang, Universitas Nusa Cendana dan PLAN Indonesia

WhatsApp_Image_2026-02-13_at_6.55.33_PM.jpeg

Gambar 3. Foto bersama Dosen dan Mahasiswa Politani yang mewakili dalam Kegiatan


Kolaborasi konservasi sumber daya air kembali digelorakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kolhua, Kota Kupang. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Berkelanjutan) yang dijalankan oleh Plan International Indonesia bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Program yang didukung oleh ANCP-DFAT ini menegaskan komitmen pengelolaan air dan lahan yang inklusif serta berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

DAS Kolhua memiliki peran strategis sebagai wilayah tangkapan air (watershed) bagi Sungai Kolhua. Mata air di kawasan ini menjadi sumber penting bagi kebutuhan air masyarakat Kota Kupang. Tantangan berupa menurunnya daya infiltrasi tanah, meningkatnya limpasan permukaan (run-off), serta ancaman pencemaran mendorong dilaksanakannya aksi nyata konservasi. Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada rehabilitasi lahan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem air.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 12–13 Februari 2026, di kawasan DAS Kolhua, Kelurahan Kolhua RT 27 RW 8. Hari pertama diisi dengan edukasi konservasi yang diikuti oleh tiga mahasiswa. Meski jumlahnya terbatas, diskusi berlangsung intensif dan reflektif. Para mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai fungsi ekologis DAS, pentingnya vegetasi penutup tanah dalam meningkatkan infiltrasi, serta strategi pengurangan risiko degradasi lingkungan. Edukasi ini menjadi fondasi sebelum terjun langsung ke lapangan.

Memasuki hari kedua, semangat kolaborasi semakin terasa. Sebanyak sepuluh mahasiswa turut ambil bagian dalam kegiatan penghijauan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA. Dengan penuh antusias, para mahasiswa bersama tim lapangan melakukan penanaman bibit pada titik-titik yang telah diidentifikasi membutuhkan rehabilitasi vegetasi. Aksi tanam ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat Kota Kupang.

Keterlibatan akademisi turut memperkuat dimensi ilmiah dan edukatif kegiatan ini. Tiga dosen dari Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang hadir mendampingi mahasiswa, yakni Firman Syah, S.Hut., M.Si, Kletus Florianus Sera Gare, S.Hut., M.Sc, dan Rosalia Silaban, S.Hut., M.Sc. Kehadiran para dosen tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran lapangan.

Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi multipihak yang menjadi ciri utama program CERAH. Selain Plan International Indonesia, inisiatif konservasi DAS Kolhua melibatkan Pemerintah Kota Kupang, Forum PSDA, Forum Daerah Aliran Sungai, Perumda Air Minum Kota Kupang, organisasi perempuan, organisasi disabilitas, serta lembaga adat setempat. Pendekatan inklusif ini memastikan bahwa pengelolaan air dan lahan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kesetaraan, termasuk peran perempuan dan kelompok rentan dalam pengambilan keputusan.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran nyata tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sumber daya alam. Mereka tidak hanya belajar tentang teknik penanaman dan konservasi, tetapi juga memahami dinamika sosial yang menyertai upaya pelestarian lingkungan. Kesadaran bahwa keberlanjutan air kota sangat bergantung pada kesehatan ekosistem hulu menjadi refleksi penting yang dibawa pulang dari kegiatan ini.

Sementara itu, bagi masyarakat sekitar DAS Kolhua, aksi penghijauan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang berupa meningkatnya kualitas dan kuantitas air tanah, berkurangnya risiko erosi, serta terciptanya lingkungan yang lebih lestari. Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu menjadi langkah besar dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang.

Kolaborasi antara lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam konservasi DAS Kolhua menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama. Dari tiga mahasiswa di hari pertama hingga sepuluh mahasiswa di hari kedua, partisipasi aktif generasi muda menjadi harapan baru bagi masa depan pengelolaan air dan lahan yang lebih bijak dan berkelanjutan di Kota Kupang.

 

 

 

More in Berita  

Login Form