Kolaborasi Hijau di Pesisir Kupang: BBPOM dan Politani Kupang Tanam 300 Mangrove di Muara Abu
Kupang – Upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung aksi nasional penanaman sejuta pohon kembali dilakukan di Kota Kupang. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Kupang (BBPOM Kupang) bersama berbagai mitra, termasuk dosen dan mahasiswa dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang, melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan Muara Abu, Pantai Oesapa, pada Jumat (13/3/2026).
![]() |
![]() |
Gambar 1 dan 2. Penanaman Mangrove yang dilakukan oleh Jurusan Kehutanan Politani
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pantai sekaligus penguatan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim dan bencana pesisir.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Aksi Penanaman Sejuta Pohon yang digagas oleh BBPOM Kupang. Selain menanam, kegiatan juga mencakup pemeliharaan dan pengkayaan tanaman mangrove yang telah ada sebelumnya, sehingga ekosistem pesisir dapat berkembang secara lebih berkelanjutan.
![]() |
![]() |
Gambar 3 dan 4 Proses persiapan penanaman Mangrove yang akan ditanam di kawasan Muara Abu, Pantai Oesapa
Menurut pihak BBPOM Kupang, keberadaan vegetasi mangrove sangat penting dalam menjaga kualitas lingkungan yang menjadi sumber bahan baku alami bagi berbagai produk pangan dan kesehatan. Selain itu, mangrove juga berperan sebagai pelindung alami dari abrasi pantai, banjir rob, serta membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Dalam kegiatan ini, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang menugaskan Melkianus Pobas, ST., M.Sc. bersama sejumlah mahasiswa untuk ikut terlibat langsung dalam aksi penanaman. Keterlibatan civitas akademika ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program pelestarian lingkungan sekaligus memberikan pengalaman belajar lapangan bagi mahasiswa.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kawasan mangrove yang sehat tidak hanya berfungsi sebagai benteng ekologis, tetapi juga berpotensi mendukung ekonomi masyarakat pesisir melalui perikanan, ekowisata, dan konservasi sumber daya alam.
Melalui aksi sederhana namun berdampak besar ini, Muara Abu di Pantai Oesapa diharapkan dapat menjadi salah satu contoh kawasan pesisir yang terus dijaga keberlanjutannya melalui kerja sama lintas sektor.




