Mahasiswa Kehutanan Politani Kupang Magang Bersama Blue Forest di Rote, Belajar Mengelola Hutan, Mangrove, dan Potensi Lontar

Rote Ndao, NTT β Pengalaman belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Haltersebut dirasakan oleh mahasiswa Jurusan Kehutanan, Program Studi Pengelolaan Hutan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) yang melaksanakan kegiatan magang bersama Blue Forest di wilayah Rote. Kegiatan magang ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, khususnya dalam upaya rehabilitasi mangrove, rehabilitasi lahan daratan, penguatan kapasitas masyarakat melalui sekolah lapang, pengembangan gula lontar organik, serta pengelolaan kebun pekarangan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori kehutanan, tetapi juga memperoleh pengalaman bagaimana ilmu kehutanan diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
π± Belajar dari Oetefu
Di Desa Oetefu, kegiatan magang dikoordinasikan oleh Rian dengan beberapa fokus kegiatan. Mahasiswa terlibat dalam rehabilitasi mangrove Oetefu yang dikoordinasikan oleh Rian, serta rehabilitasi darat yang dikoordinasikan oleh Tesa. Selain kegiatan rehabilitasi ekosistem, mahasiswa juga terlibat dalam Sekolah Lapang Oetefu bersama Valen. Kegiatan ini menjadi sarana untuk belajar dan bertukar pengetahuan dengan masyarakat mengenai pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Potensi lokal juga menjadi bagian penting dari kegiatan magang. Mahasiswa turut mendukung pengembangan gula lontar organik Oetefu, sekaligus terlibat dalam pengembangan kebun pekarangan Oetefu yang dikoordinasikan oleh Anha.
π Menyusuri Pesisir Oebou
Pengalaman serupa juga berlangsung di Desa Oebou dengan Stenli sebagai koordinator desa. Di wilayah ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam rehabilitasi mangrove Oebou yang dikoordinasikan oleh Stenly dan rehabilitasi darat Oebou bersama Nova.Tidak berhenti pada kegiatan rehabilitasi, mahasiswa juga mengikuti Sekolah Lapang Pesisir Oebou yang dikoordinasikan oleh Lista. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir dan sumber daya alam di sekitarnya. Sementara itu, potensi ekonomi lokal dikembangkan melalui pengembangan gula lontar organik Oebou. Mahasiswa juga berpartisipasi dalam pengembangan kebun pekarangan Oebou yang dikoordinasikan oleh Rafael.
π³ Dari Kampus ke Lapangan
Kegiatan magang bersama Blue Forest di Rote menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Pengelolaan Hutan Politani Kupang. Mereka belajar bahwa pengelolaan hutan bukan hanya tentang pohon, tetapi juga menyangkut masyarakat, pesisir, ekonomi lokal, pangan, dan keberlanjutan lingkungan. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, identifikasi masalah, pengelolaan kegiatan, serta penerapan ilmu kehutanan dalam kondisi nyata. Pengalaman di Oetefu dan Oebou sekaligus memperkuat semangat mahasiswa untuk menjadi rimbawan muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi mampu hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan potensi sumber daya alam daerah. Melalui kegiatan ini, Politani Kupang dan Blue Forest turut membuka ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan. Dari Rote, mahasiswa belajar bahwa menjaga hutan dan pesisir bukan sekadar tugas satu pihak, melainkan kerja bersama untuk membangun lingkungan dan masyarakat yang lebih berkelanjutan.
Belajar dari alam, tumbuh bersama masyarakat, dan bekerja untuk keberlanjutan. πΏπ
