Dari Rimba ke Ruang Ilmiah: Diseminasi Hasil PKMR XVII Mahasiswa Kehutanan Politani Kupang
Kupang – Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) menggelar Diseminasi Hasil Eksplorasi sebagai rangkaian kegiatan Perkemahan Kerja Malam Rimbawan (PKMR) ke-XVII, Jumat (19/9/2025), di Gedung Student Center Politani. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa dalam mengasah pengalaman lapangan sekaligus memperkuat pemahaman kehutanan secara praktis.
Acara tersebut menghadirkan Kepala Seksi Sumber Daya Alam Wilayah II Bidang KSDA Wilayah I Balai Besar KSDA NTT, Imanuel Ndun, SST., M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengulas peran BBKSDA NTT dalam pengelolaan kawasan konservasi di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kupang dan sekitarnya, antara lain Jurusan Kehutanan Universitas Nusa Cendana, Jurusan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana, Universitas Muhammadiyah Kupang, serta Universitas Timor. Kehadiran mereka menambah semarak acara sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas kampus dalam bidang kehutanan dan lingkungan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Direktur Bidang Akademik Politani Kupang, Max Arthur Julian Supit, S.Pt., GDIpC., MFoodTech. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa diseminasi ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga wadah inspiratif yang diharapkan mampu membentuk karakter rimbawan sejati bagi mahasiswa Kehutanan. Menurutnya, kegiatan ini kini diarahkan pada pembentukan karakter serta penguatan hard skills dan soft skills mahasiswa. Ia menegaskan bahwa paradigma lama yang menekankan senioritas dan junioritas dalam perkemahan sudah ditinggalkan, digantikan dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran yang lebih konstruktif.
Materi awal disampaikan oleh empat mahasiswa perwakilan peserta PKMR yang mempresentasikan hasil eksplorasi flora dan fauna di Taman Wisata Alam (TWA) Camplong. Dalam paparannya, mereka mengulas keanekaragaman vegetasi serta potensi ekosistem kawasan tersebut, sebagai bagian dari pembelajaran lapangan yang menjadi ciri khas kegiatan PKMR.
Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Ir. Jeriels Matatula, S.Hut., M.Sc. turut hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Membangun Ekosistem Mangrove di NTT dan Sejauh Apa Upaya yang Dilakukan”. Paparannya menyoroti pentingnya keberlanjutan ekosistem mangrove di Nusa Tenggara Timur serta berbagai langkah strategis yang telah dan perlu dilakukan untuk menjaga kelestariannya.
Pada sesi akhir, kegiatan diwarnai dengan diskusi interaktif melalui tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang diajukan, menandakan besarnya ketertarikan mahasiswa terhadap materi yang dibawakan. Diskusi tersebut sekaligus menjadi penutup yang memperkaya pemahaman peserta terhadap isu-isu kehutanan yang disampaikan.
Melalui diseminasi hasil eksplorasi PKMR XVII, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai rimbawan dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan. (RS)
