• Slide39.JPG
  • Slide18.JPG
  • Slide7.JPG
  • Slide14.JPG
  • Slide20.JPG
  • Slide31.JPG
  • Slide35.JPG
  • Slide4.JPG
  • Slide15.JPG
  • Slide17.JPG
  • Slide13.JPG
  • Slide54.JPG
  • Slide12.JPG
  • Slide16.JPG
  • Slide26.JPG
  • Slide10.JPG
  • Slide23.JPG
  • Slide2.JPG
  • Slide52.JPG
  • Slide1.JPG
  • Slide44.JPG
  • Slide47.JPG
  • Slide32.JPG
  • Slide11.JPG
  • Slide34.JPG
  • Slide55.JPG
  • Slide9.JPG
  • IMG-20251205-WA0032.jpg
  • Slide42.JPG
  • Slide45.JPG
  • Slide24.JPG
  • Slide37.JPG
  • Slide29.JPG
  • Slide30.JPG
  • Slide5.JPG
  • Slide3.JPG
  • Slide48.JPG
  • Slide53.JPG
  • IMG-20251205-WA0034.jpg
  • Slide50.JPG
  • Slide38.JPG
  • Slide27.JPG
  • Slide51.JPG
  • Slide25.JPG
  • Slide6.JPG
  • Slide40.JPG
  • Slide49.JPG
  • Slide8.JPG
  • Slide41.JPG
  • Slide43.JPG
  • Slide19.JPG
  • Slide33.JPG
  • Slide36.JPG
  • Slide56.JPG
  • Slide21.JPG
  • Slide22.JPG
  • Slide46.JPG
  • Slide28.JPG

Dosen dan Mahasiswa Jurusan Kehutanan Politani Kupang Ambil Peran dalam Edukasi Biopori untuk Ketahanan Air dan Iklim Berkelanjutan

 

IMG_6553.JPG_1.jpeg

Gambar 1. foto bersama mahasiswa dan dosen kehutanan Politani dalam Kegiatan Edukasi

IMG_6501.JPG_1.jpeg

Gambar 2. Dosen Kehutanan Politani Kupang, MAhardika Purba sebagai Pemateri terkait Biopori

Kupang, 4 Juni 2026 – Komitmen terhadap pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang. Pada kegiatan Edukasi Biopori dan Konservasi Air yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, dosen dan mahasiswa Jurusan Kehutanan turut berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi air dan adaptasi perubahan iklim.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Proyek CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) yang dilaksanakan oleh Yayasan Plan International Indonesia dengan dukungan program ANCP-DFAT. Proyek tersebut bertujuan mendorong pengelolaan air dan lahan yang inklusif serta berkelanjutan di Kota Kupang dan Kabupaten Sumbawa.

Dalam kegiatan tersebut, Mahardika Putra Purba, S.Hut., M.Si, dosen Jurusan Kehutanan Politani Kupang, dipercaya sebagai narasumber yang membawakan materi mengenai manfaat, dampak, dan teknik pembuatan biopori bagi masyarakat. Materi yang disampaikan menekankan bahwa tantangan utama di Nusa Tenggara Timur bukan hanya kurangnya curah hujan, tetapi juga tingginya kehilangan air hujan akibat limpasan permukaan dan evaporasi. Melalui penerapan biopori, air hujan dapat lebih banyak meresap ke dalam tanah sehingga meningkatkan cadangan air tanah yang sangat dibutuhkan pada musim kemarau.

Selain peran dosen sebagai pemateri, mahasiswa Jurusan Kehutanan juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini melalui dukungan teknis, dokumentasi, diskusi edukatif, serta berbagi pengalaman mengenai praktik konservasi tanah dan air yang telah dipelajari selama perkuliahan. Kehadiran mahasiswa menjadi bentuk nyata implementasi pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Proyek CERAH sendiri melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Forum PSDAT, Forum DAS, Perumda Air Minum Kota Kupang, organisasi perempuan, organisasi disabilitas seperti PERSANI Kupang dan Fordisa Sumbawa, hingga masyarakat adat Penjaga Budaya Helong Kupang dan Lembaga Adat Tana Samawa Sumbawa.

Sebelumnya, berbagai aksi konservasi telah dilakukan melalui pembangunan 66 titik biopori di 13 kelurahan serta penanaman 370 anakan pohon di DAS Liliba dan Kolhua. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus menyusun strategi keberlanjutan konservasi air ke depan.

Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal, diharapkan gerakan konservasi air berbasis masyarakat semakin berkembang dan mampu meningkatkan ketahanan air serta ketahanan iklim di Kota Kupang dan wilayah Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan.

"NTT tidak kekurangan hujan, tetapi masih membutuhkan lebih banyak upaya untuk menyimpan air hujan. Biopori menjadi salah satu solusi sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang."(RS)

More in Berita  

Login Form