Penandatanganan PKS antara Prodi MSDH dan PH Politani Kupang dengan Yayasan Besipae: Wujud Sinergi Menuju Pengelolaan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan
Kupang, 4 November 2025 — Program Studi Manajemen Sumberdaya Hutan (MSDH) dan Program Studi Pengelolaan Hutan (PH) Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) hari ini resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Yayasan Besipae. Kegiatan berlangsung di Gedung Direktorat Politani Kupang dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi vokasi dengan lembaga swadaya masyarakat yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur.
Penandatanganan PKS ini dihadiri langsung oleh Simon P. Field (Senior Advisor Yayasan Besipae), Direktur Politani Kupang (Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc) didampingi oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik (Max Arthur Julian Supit, S.Pt., GDIpC., MFoodTech), Ketua Jurusan Kehutanan (Dr. Fransiskus X. Dako, S.Hut., M.Sc) Koordinator Program Studi Pengelolaan Hutan (Melkianus Pobas, S.T., M.Sc) dan Koordinator Program Studi Manajemen Sumberdaya Hutan (Ika Kristinawanti, S. Hut.,M.Si).

Yayasan Besipae merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan pembangunan pertanian di kawasan Indonesia Timur. Dengan fokus pada penerapan praktik berkelanjutan, pengenalan teknologi inovatif, serta promosi pengelolaan lingkungan, yayasan ini berupaya memberdayakan masyarakat lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan serta ramah lingkungan.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan tridharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam secara lestari. Bentuk kerja sama meliputi pelaksanaan riset kolaboratif, pengembangan teknologi tepat guna, program magang dan pelatihan bagi mahasiswa, serta pendampingan masyarakat di wilayah dampingan Yayasan Besipae.
Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadi model kemitraan produktif antara kampus vokasi dan lembaga masyarakat sipil, khususnya dalam mewujudkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan Indonesia Timur. (RS)
