Laboratorium Silvikultur

Laboratorium Silvikultur merupakan salah satu dari empat laboratorium inti di Jurusan Kehutanan Politani Negeri Kupang. Laboratorium ini dirancang sebagai pusat pembelajaran dan praktik bagi mahasiswa dalam bidang ilmu dan seni membudidayakan tanaman hutan (silvikultur), yang mencakup seluruh aspek pengelolaan tegakan hutan mulai dari pembibitan hingga panen.
Sesuai dengan bidang ilmunya, fokus utama laboratorium ini adalah melakukan praktik pengendalian proses permudaan (penanaman), pertumbuhan, komposisi, kesehatan, dan kualitas suatu hutan untuk mencapai aspek-aspek ekologi dan ekonomi yang diharapkan. Kegiatan praktikum di sini mencakup:
-
Pembibitan dan Persemaian: Mahasiswa mempelajari teknik pembibitan tanaman hutan, mulai dari penyemaian benih hingga perawatan bibit siap tanam. Jurusan juga memiliki fasilitas pendukung Persemaian dan Kebun Contoh Cendana untuk praktik lapangan
-
Kultur Jaringan: Laboratorium ini mengembangkan teknik perbanyakan tanaman secara modern melalui kultur jaringan. Saat ini, dalam praktik mata kuliah, mahasiswa mencoba melakukan kultur jaringan cendana sebagai upaya mengembangbiakkan tanaman endemik NTT dengan metode dan teknologi tinggi
-
Pengembangan Tanaman Endemik: Mahasiswa juga memanfaatkan Arboretum Kampus Politani yang memiliki koleksi tanaman hutan seperti mahoni, gamelia, jati, cendana, kayu merah, dan faloak sebagai lahan praktik pengembangan tanaman endemik NTT
Dengan fasilitas yang memadai hasil hibah kompetensi dari Asian Development Bank (ADB) tahun 2014-2016, Laboratorium Silvikultur menjadi fondasi penting bagi mahasiswa untuk menguasai teknik-teknik budidaya tanaman hutan, mulai dari metode konvensional hingga teknologi modern seperti kultur jaringan.


