Sosialisasi PPKPT: Komitmen Untuk Mewujudkan Jurusan dan Kampus yang Aman dan Berintegritas
![]() |
![]() |
Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) bersama Mitha Rabiyatul Nufus, S.Stat., M.Stat., pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kampus dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual hingga perundungan. Dalam pemaparannya, Ibu Mitha menekankan bahwa isu kekerasan di lingkungan perguruan tinggi bukan hanya tanggung jawab lembaga, tetapi juga merupakan kesadaran bersama seluruh civitas akademika. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan memahami bentuk-bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, serta perlindungan yang disediakan oleh kampus.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga menegaskan bahwa Politeknik Pertanian Negeri Kupang telah memiliki Satuan Tugas (Satgas) PPKPT yang siap menerima laporan dan memberikan pendampingan kepada mahasiswa maupun sivitas akademika yang mengalami atau menyaksikan kekerasan. Keberadaan Satgas ini menjadi bukti nyata bahwa kampus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh warganya. Pada sesi ini, sebagai pembuka, Ibu Mitha menyampaikan bahwa “Setiap kampus selalu bangga dengan prestasi mahasiswanya seperti juara lomba, riset, inovasi. Tapi ada prestasi lain yang jauh lebih penting yaitu menjadi tempat yang aman untuk semua orang.” Lebih lanjut beliau berpesan “Saya yakin sebagian dari kalian pernah mendengar kalimat ini dalam pergaulan: ‘Sudah biasa kok, namanya juga pergaulan kampus.’ Tapi hari ini, mari kita sepakati bersama bahwa hal yang ‘biasa’ belum tentu benar dan yang benar, harus dibiasakan.”
Pernyataan tersebut menjadi pesan kunci bahwa budaya kampus harus dibangun atas dasar rasa hormat, empati, dan keberanian untuk menolak tindakan yang merugikan orang lain. Pada bagian diskusi, Ibu Mitha juga menyoroti bahwa perundungan sering menjadi kasus yang dianggap ringan padahal dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan mental mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa candaan yang berlebihan, merendahkan teman, atau mengucilkan seseorang termasuk bentuk perundungan yang harus dihentikan. Sosialisasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya peran mereka dalam menciptakan budaya saling menjaga dan saling menghormati. Melalui kegiatan ini, Jurusan Kehutanan berharap seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa, semakin sadar akan hak dan kewajiban mereka, serta tidak ragu untuk melapor ketika menemukan indikasi kekerasan dalam bentuk apa pun. Dengan sinergi antara mahasiswa, dosen, dan Satgas PPKPT, kampus dapat menjadi lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.


