Jurusan Kehutanan Politani Kupang Tanamkan Semangat Konservasi melalui Edukasi dan Aksi Biopori di Kelurahan Liliba

Gambar 1. Foto bersama Jurusan kehutanan dengann masyarakat

Gambar 2. Proses pembuatan biopori
Kupang, 3 Juli 2026 – Komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali diwujudkan oleh Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang melalui kegiatan edukasi dan praktik pembuatan lubang resapan biopori di Kelurahan Liliba, Kota Kupang. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung rangkaian Kemah Kerja Bhakti Mahasiswa (KKBM) BEM Politani Kupang.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA ini menyasar empat wilayah, yaitu RT 02, RT 04, RT 05, dan RT 10. Seluruh civitas akademika Jurusan Kehutanan berkolaborasi dalam pelaksanaannya, mulai dari dosen, teknisi, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Hutan dan Program Studi Pengelolaan Hutan, hingga pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kehutanan.
Turut hadir mendampingi mahasiswa di lapangan Badia Roy R. Nababan, S.Hut., M.Hut., selaku Dosen Pembina HMJ Kehutanan. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan karakter mahasiswa melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat serta pelestarian lingkungan.
Sebelum praktik lapangan, tim memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai manfaat lubang resapan biopori. Warga diberikan pemahaman bahwa biopori tidak hanya berfungsi meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi genangan saat musim hujan, tetapi juga menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga dan menghasilkan kompos alami yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah.
Antusiasme masyarakat terlihat saat mengikuti praktik pemasangan biopori. Lubang dibuat dengan kedalaman sekitar 65 cm sesuai ukuran pipa yang telah dipersiapkan panitia. Setelah pipa dipasang dengan kokoh, warga diajak mengisi lubang menggunakan sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan, kemudian menutupnya dengan penutup khusus. Tim juga memberikan edukasi mengenai pentingnya mengisi ulang sampah organik secara berkala agar proses pengomposan terus berlangsung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar membangun komunikasi, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, warga memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri dalam menjaga lingkungan sekitar.
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi bersama di Kantor Lurah Liliba sebelum seluruh peserta kembali ke Kampus Politani Kupang. Jurusan Kehutanan berharap teknologi sederhana berupa lubang resapan biopori dapat terus diadopsi oleh masyarakat sebagai langkah nyata dalam konservasi air, pengelolaan sampah organik, serta mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
(RS)
