Politani Kupang Kukuhkan 213 Wisudawan, Lulusan Kehutanan Raih Predikat Terbaik

Foto 1. Foto bersama Keluarga besar Jurusan Kehutanan bersama Wisudawan dan wisudawati

Foto 2. Foto bersama Jurusan Kehutanan sebagai panitia wisuda periode April 2026

Gambar 3. Orasi Ilmiah dari Dosen Kehutanan Blasius Paga
Kupang – Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang kembali menorehkan capaian membanggakan dengan meluluskan 213 wisudawan dan wisudawati dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, Kamis (23/4/2026), di Student Center kampus Politani Kupang. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri pimpinan kampus, dosen, orang tua, serta tamu undangan.
Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan. Dari total wisudawan, sebanyak 19 orang berhasil meraih predikat cum laude, sebagai bukti dedikasi dan kerja keras selama menempuh pendidikan vokasi.
Salah satu sorotan dalam wisuda kali ini datang dari Jurusan Kehutanan. Sebastiana Sada, lulusan Program Studi Pengelolaan Hutan asal Nagekeo, berhasil meraih predikat pujian (cum laude) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92, sekaligus menjadi salah satu wisudawan terbaik.
Dalam sambutannya sebagai wakil wisudawan, Sebastiana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada orang tua, dosen, serta seluruh civitas akademika Politani Kupang yang telah mendukung perjalanan akademik mereka. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan baru.
“Hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita, tetapi awal dari perjuangan lain. Kita ditantang untuk hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan bangsa, tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa lulusan vokasi harus mampu membuktikan diri melalui keterampilan nyata, inovasi, dan kontribusi di tengah masyarakat. Sejalan dengan moto kampus Learn, Practice and Be Rich, para lulusan diharapkan tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan manfaat bagi banyak orang.
Pada kesempatan wisuda kali ini, Dosen kehuutanan Blasius Paga menyampaikan orasi ilmiah mengenai burung Cikukua sebagai satwa endemik Pulau Timor dalam rangkaian acara wisuda periode April. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pelestarian burung Cikukua yang menjadi bagian dari kekayaan biodiversitas Pulau Timor, sekaligus mengingatkan ancaman terhadap habitat alaminya akibat aktivitas manusia.
Orasi ilmiah tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam prosesi wisuda, karena mengangkat isu lingkungan yang relevan secara lokal maupun global. Sejumlah akademisi dan tamu undangan yang hadir memberikan apresiasi atas topik yang dinilai memperkuat kesadaran konservasi di kalangan lulusan baru.
Dalam perkembangan terkait, upaya perlindungan satwa endemik di wilayah Nusa Tenggara Timur memang semakin mendapat perhatian, seiring meningkatnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi lingkungan. Burung Cikukua sendiri diketahui memiliki peran penting dalam ekosistem, sehingga keberadaannya menjadi indikator kesehatan lingkungan di Pulau Timor.
Momentum wisuda ini menjadi penegasan bahwa lulusan Politani Kupang, khususnya dari Jurusan Kehutanan, siap menjadi garda depan dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas.
(RS)
