PKMR XVIII Politani Kupang: Mengukuhkan Rimbawan Muda untuk Masa Depan Hutan yang Berkelanjutan

Gambar 1. Foto bersama acara penutupan PKMR XVIII Politani Kupang
Kupang – Politeknik Pertanian Negeri Kupang secara resmi menyelenggarakan Perkemahan Kerja Bakti dan Malam Rimbawan (PKMR) Angkatan XVIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 7–10 Juli 2026 di Taman Wisata Alam Camplong. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis sekaligus membentuk karakter mahasiswa kehutanan sebagai calon rimbawan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian hutan.
Pembukaan PKMR dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026, diawali dengan upacara pelepasan peserta di lapangan upacara Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc.
Turut hadir dalam acara pembukaan Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Fabianus Ranta, S.Hut., M.Si., Ketua Jurusan Kehutanan, para dosen, teknisi, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), tenaga kependidikan Jurusan Kehutanan, panitia, senior pendamping, serta seluruh peserta PKMR XVIII.
Ketua Panitia PKMR XVIII, Yudhistira A.N.R. Ora, S.Hut., G.Dip.For., M.For., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini mengangkat tema "Menanam Harapan, Merawat Hutan, Membangun Masa Depan." Tema tersebut merefleksikan komitmen Jurusan Kehutanan dalam mencetak generasi rimbawan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya hutan.
Menurutnya, PKMR merupakan kegiatan kokurikuler yang menjadi media pembelajaran di luar kelas untuk mengembangkan karakter, jiwa korsa, kepemimpinan, dan profesionalisme mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan dalam pengelolaan dan konservasi hutan sekaligus belajar membangun komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat.
Sebelum pelaksanaan di lapangan, peserta telah mengikuti rangkaian Pra-PKMR yang berlangsung sejak 2 Juni hingga 6 Juli 2026 sebagai bentuk pembekalan materi dan persiapan teknis.
Sebanyak 198 peserta terlibat dalam PKMR XVIII yang terdiri atas 75 mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Hutan dan Program Studi Pengelolaan Hutan, 80 senior pendamping, serta 43 dosen, teknisi, PLP, laboran, panitia, dan tenaga kependidikan Jurusan Kehutanan.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Direktur Politani Kupang menegaskan bahwa PKMR merupakan bagian penting dari proses pendidikan vokasi yang mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan lapangan, dan pembentukan karakter mahasiswa.
Beliau menekankan bahwa PKMR bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan proses pembentukan jati diri seorang rimbawan yang memiliki kecintaan terhadap hutan, tanggung jawab terhadap lingkungan, serta kesiapan untuk mengabdikan diri dalam pembangunan sektor kehutanan Indonesia. Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan disiplin, penuh tanggung jawab, menjaga nama baik institusi, serta menghormati masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Rangkaian PKMR XVIII ditutup pada 10 Juli 2026 dengan upacara penutupan yang dihadiri oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Fabianus Ranta, S.Hut., M.Si. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya korsa rimbawan sebagai semangat persaudaraan, solidaritas, loyalitas, dan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh setiap insan kehutanan.
Beliau juga menjelaskan bahwa makna seorang rimbawan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis dalam mengelola kawasan hutan, tetapi juga dari karakter, integritas, kepedulian terhadap lingkungan, serta komitmen untuk menjaga kelestarian hutan demi keberlanjutan kehidupan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi identitas yang melekat pada setiap lulusan Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang dalam menjalankan profesinya di masa depan.
Melalui penyelenggaraan PKMR XVIII, Politeknik Pertanian Negeri Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan vokasi kehutanan yang unggul, adaptif, berkarakter, serta mampu menjadi agen pelestarian hutan dan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
(RS)
