Harumkan Nama Kupang di Tanah Deli: Srikandi Pengelolaan Hutan Politani Kupang Rebut Emas di PORSENI XV Politeknik Se-Indonesia
Nama Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) kembali berkibar di kancah nasional. Dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik Se-Indonesia yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, kontingen dari ujung timur Indonesia ini pulang membawa kebanggaan besar: total sembilan medali yang terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Prestasi ini bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan bukti nyata bahwa semangat juang mahasiswa Nusa Tenggara Timur mampu bersaing di level tertinggi kompetisi olahraga dan seni antar-politeknik se-Indonesia.
Dari sekian banyak cabang yang dipertandingkan, sorotan utama tertuju pada kontingen dari Program Studi Pengelolaan Hutan, Jurusan Kehutanan, yang tampil luar biasa dengan menyumbang satu medali emas dan dua medali perunggu — menjadikan program studi ini sebagai salah satu penyumbang medali terbanyak bagi Politani Kupang di ajang bergengsi tersebut.
Laura Anjel Maria Seran, Sang Penakluk Matras Kempo
Nama Laura Anjel Maria Seran kini patut dicatat tinta emas dalam sejarah olahraga kampus Politani Kupang. Mahasiswi Program Studi Pengelolaan Hutan ini tampil gemilang di cabang olahraga Kempo dan berhasil merebut satu-satunya medali emas bagi kontingen Politani Kupang di PORSENI XV. Di tengah ketatnya persaingan atlet-atlet kempo dari berbagai politeknik unggulan se-Indonesia, Laura membuktikan bahwa disiplin, latihan yang konsisten, dan mental petarung yang tangguh bisa mengalahkan siapa pun di atas matras.
Kempo dikenal sebagai cabang olahraga bela diri yang menuntut keseimbangan sempurna antara kekuatan fisik, kelincahan, dan ketenangan mental. Tidak berlebihan jika prestasi Laura disebut sebagai puncak dari perjuangan panjang, mengingat ia harus membagi waktu antara tuntutan akademik di bidang kehutanan dengan jadwal latihan bela diri yang tidak ringan. Kemenangannya bukan hanya mengharumkan nama pribadinya, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa program studi kehutanan tidak hanya piawai di ruang kelas dan hutan penelitian, tetapi juga mampu bersinar di gelanggang olahraga nasional.
Sifo Yemina Aleut, Perunggu dari Lintasan 5000 Meter
Semangat pantang menyerah juga ditunjukkan oleh Sifo Yemina Aleut, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Hutan lainnya, yang turun di nomor atletik lari 5000 meter. Nomor ini dikenal sebagai salah satu cabang paling menguras stamina dan mental karena menuntut daya tahan tubuh dalam waktu lama sekaligus strategi pengaturan kecepatan yang matang. Sifo berhasil menembus podium dan membawa pulang medali perunggu, sebuah pencapaian yang layak diapresiasi mengingat ia harus bersaing dengan pelari-pelari terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.
Larinya di lintasan 5000 meter menjadi simbol ketahanan — sebuah kualitas yang tampaknya juga tercermin dalam jiwa mahasiswa kehutanan yang terbiasa menempuh medan berat saat praktik lapangan di hutan dan area konservasi. Ketahanan fisik yang diasah lewat kegiatan lapangan program studi rupanya menjadi modal berharga yang membawanya ke podium PORSENI XV.
Petrus Krisologus, Kempo yang Melengkapi Trihatra Kehutanan
Melengkapi trio kebanggaan Program Studi Pengelolaan Hutan, Petrus Krisologus juga sukses meraih medali perunggu di cabang olahraga Kempo. Bersama Laura Anjel Maria Seran, Petrus turut membuktikan bahwa Politani Kupang memiliki kedalaman skuad di cabang bela diri ini, bukan hanya mengandalkan satu atlet andalan. Konsistensi performa dari dua atlet kempo asal program studi yang sama menunjukkan adanya pembinaan yang terarah dan budaya latihan yang kuat di kalangan mahasiswa kehutanan Politani Kupang.
Dengan tiga medali dari tiga mahasiswanya, Program Studi Pengelolaan Hutan boleh berbangga sebagai salah satu tulang punggung prestasi olahraga Politani Kupang di PORSENI XV. Capaian ini menegaskan bahwa mahasiswa kehutanan bukan hanya unggul dalam memahami ekosistem, konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga memiliki jiwa kompetitif dan semangat sportivitas yang tinggi.
Kontribusi Program Studi Lain Turut Mewarnai Kemenangan
Kesuksesan Politani Kupang di PORSENI XV tentu tidak lepas dari kontribusi program studi lain. Program Studi Teknologi Pakan Ternak tampil solid di cabang atletik lari estafet dan lari 4x100 meter melalui Simson Lara Kamendak, Alfonsus Umbu Rei, dan Gusti Moses, yang bersama-sama menyumbang satu medali perak. Hengki Melianus Isu dari Program Studi Rekayasa Pangan turut memperkuat tim estafet dan mempersembahkan medali perak keempat bagi kontingen. Sementara itu, Vicky Julianto Da Costa dari Program Studi Tanaman Pangan dan Hortikultura menambah pundi medali lewat cabang karate dengan meraih perunggu.
Kombinasi prestasi lintas program studi ini menggambarkan bahwa semangat berkompetisi telah merata di seluruh civitas akademika Politani Kupang, tidak terpusat pada satu jurusan saja. Namun demikian, sumbangan tiga medali dari Program Studi Pengelolaan Hutan — termasuk satu-satunya emas — tetap menjadi sorotan istimewa yang layak mendapat apresiasi lebih dari kampus.
Kebanggaan yang Menginspirasi Generasi Rimbawan Muda
Keberhasilan Laura, Sifo, dan Petrus tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun kampus, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa kehutanan lainnya di Politani Kupang. Di tengah stigma bahwa mahasiswa kehutanan identik dengan rutinitas praktik lapangan yang berat dan jauh dari sorotan, ketiga atlet ini membuktikan bahwa dunia kehutanan justru melahirkan sosok-sosok tangguh yang siap bersaing di berbagai bidang, termasuk olahraga prestasi tingkat nasional.
Pihak kampus melalui Politani News turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh atlet dan kontingen yang telah berjuang membawa nama baik Politani Kupang di ajang PORSENI XV Politeknik Se-Indonesia yang berlangsung di Medan. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah bakat, baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni, demi mengharumkan nama almamater di tingkat yang lebih tinggi lagi.
Perjalanan panjang dari Kupang menuju Medan, melintasi ribuan kilometer dan perbedaan iklim serta budaya, bukanlah halangan bagi kontingen Politani Kupang untuk unjuk gigi. Justru dari jarak yang jauh itulah lahir tekad yang lebih kuat untuk membuktikan bahwa kualitas mahasiswa dari Nusa Tenggara Timur tidak kalah dengan mahasiswa dari daerah mana pun di Indonesia.
Dengan capaian gemilang ini, seluruh civitas akademika Politani Kupang, khususnya keluarga besar Jurusan Kehutanan, kini menatap masa depan dengan optimisme baru — bahwa prestasi di PORSENI XV hanyalah awal dari rangkaian pencapaian yang lebih besar di masa mendatang. Selamat kepada seluruh atlet, selamat kepada Politani Kupang, dan selamat khususnya kepada para rimbawan muda yang telah membuktikan bahwa hutan mengajarkan mereka bukan hanya soal konservasi, tetapi juga soal ketangguhan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.
