Tim Jurusan Kehutanan Politani Kupang Raih Juara II pada Pitching Contest Pemetaan Tutupan Lahan Tingkat Nusa Tenggara Timur
Gambar 1. Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang
Kupang, 5 Agustus 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang). Tim yang terdiri atas dua orang dosen dan dua orang mahasiswa berhasil meraih Juara II dalam Pitching Contest Penyusunan Peta Tutupan/Penggunaan Lahan yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Kopi Darat II Komunitas Karsa Bentala, bertempat di Hotel Swiss-Belcourt Kupang pada tanggal 4–5 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Evolving Participatory Information System for Nature-based Climate Solutions (Epistem), sebuah riset aksi kolaboratif yang dikembangkan untuk meningkatkan akses terhadap data spasial berkualitas tinggi guna mendukung pengelolaan bentang lahan berkelanjutan di Indonesia. Program tersebut diinisiasi oleh World Agroforestry (ICRAF) Indonesia bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Melalui pendekatan kolaboratif, Epistem menghadirkan teknologi LUMA (Land-use Mapping for All) yang dirancang untuk memudahkan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun peta tutupan dan penggunaan lahan secara mandiri. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan bentang lahan, seperti keterbatasan akses terhadap data spasial, perbedaan standar data, hingga kebutuhan akan kemampuan teknis yang tinggi.
Kegiatan Kopi Darat II merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada April 2026. Pada tahap ini, peserta memperdalam pemanfaatan teknologi LUMA melalui serangkaian sesi teknis, mulai dari penerjemahan tujuan pemetaan menjadi spesifikasi peta, persiapan data, interpretasi citra satelit secara visual, penyusunan data latih, peningkatan kualitas peta menggunakan berbagai prediktor tutupan lahan, hingga uji akurasi hasil pemetaan. Seluruh peserta juga menyelesaikan tujuh modul pembelajaran yang menjadi bagian dari program penguatan kapasitas Komunitas Karsa Bentala.
Puncak kegiatan ditandai dengan Pitching Contest, di mana setiap tim mempresentasikan studi kasus beserta peta hasil analisis yang telah disusun selama pelatihan. Presentasi dinilai langsung oleh tim ahli dari ICRAF Indonesia dan BRIN berdasarkan kualitas analisis, ketepatan metodologi, inovasi, serta relevansi hasil pemetaan terhadap kebutuhan pengelolaan bentang lahan.
Pada kompetisi tersebut, Tim Jurusan Kehutanan Politani Kupang mengangkat studi kasus berjudul "Laju Deforestasi Hutan Mangrove di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang." Kajian ini menyoroti perubahan tutupan hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, melindungi wilayah pantai, serta menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Melalui analisis berbasis citra penginderaan jauh menggunakan teknologi LUMA, tim berhasil menyajikan informasi spasial yang komprehensif mengenai kondisi mangrove di Kecamatan Sulamu. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi ilmiah dalam mendukung perencanaan konservasi, rehabilitasi kawasan pesisir, serta pengambilan kebijakan berbasis data di Kabupaten Kupang.
Prestasi yang diraih tidak diperoleh dengan mudah. Tim Jurusan Kehutanan Politani Kupang harus bersaing dengan 10 tim dari berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan organisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, antara lain Program Studi Kehutanan Universitas Nusa Cendana, Program Studi Geografi Universitas Nusa Cendana, Relung Indonesia, Krisna Foundation, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Forum DAS NTT, Bapperida Provinsi NTT, Dinas PUPR, serta Dinas Peternakan.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dosen dan mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah yang aplikatif serta berdaya saing tinggi. Selain menjadi pencapaian akademik, prestasi tersebut juga memperkuat komitmen Jurusan Kehutanan Politani Kupang dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi geospasial dan penginderaan jauh.
Diharapkan pengalaman dan capaian ini dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika Jurusan Kehutanan untuk terus mengembangkan inovasi, meningkatkan kapasitas di bidang pemetaan digital, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kehutanan dan pengelolaan bentang lahan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur maupun Indonesia.
(RS)
