Yudisium Jurusan Kehutanan Politani Kupang, 55 Mahasiswa Didorong Siap Menghadapi Dunia Kerja dan Menciptakan Peluang Baru



Kupang, 2 September 2026 — Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang kembali menggelar kegiatan Yudisium Jurusan Kehutanan pada Jumat, 2 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 55 mahasiswa dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Hutan (MSDH) dan Pengelolaan Hutan (PH).
Yudisium menjadi salah satu momen penting bagi mahasiswa sebagai tanda telah menyelesaikan seluruh proses akademik di perguruan tinggi dan bersiap memasuki tahap baru dalam perjalanan kehidupan, khususnya dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Kehutanan, Prof. Dr. Fransiskus Xaverius Dako, S.Hut., M.Sc., menyampaikan pesan dan motivasi kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tantangan yang sesungguhnya.
Siap Menghadapi Persaingan dan Kompetisi
Prof. Fransiskus menekankan bahwa setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi dunia yang penuh dengan persaingan dan kompetisi. Karena itu, lulusan Kehutanan dituntut untuk terus belajar dan mengasah kemampuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.
“Setelah lulus nanti, persaingan dan kompetisi akan semakin nyata. Karena itu, jangan berhenti belajar. Teruslah mengasah kemampuan dan meningkatkan kompetensi,” pesannya. Ia juga mendorong para lulusan untuk memiliki sertifikat kompetensi sebagai salah satu bekal penting dalam memasuki dunia kerja. Menurutnya, ijazah saja tidak selalu cukup untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Para lulusan diharapkan tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan yang tersedia, tetapi juga mampu melihat peluang dan bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Jurusan juga memberikan motivasi agar lulusan tidak hanya terpaku pada pilihan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS). “Silakan menciptakan lapangan kerja sendiri. Kalau belum bisa mendapatkan pekerjaan sesuai harapan, tidak apa-apa untuk bekerja terlebih dahulu di tempat lain. Jadikan itu sebagai kesempatan untuk menerima tantangan, menambah pengalaman, dan mengembangkan kemampuan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar lulusan tidak hanya mencari peluang kerja di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Lulusan Kehutanan Politani Kupang memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier di berbagai daerah di Indonesia. “Jangan hanya berpaut atau berharap menjadi PNS. Jangan hanya mencari pekerjaan di NTT. Silakan mencoba keluar dari NTT. Berani menghadapi tantangan di tempat lain, karena pengalaman itu akan menjadi modal yang sangat berharga,” pesannya.
Menurutnya, dunia kehutanan memiliki ruang kerja yang luas, baik di sektor pemerintah, swasta, lembaga masyarakat, dunia usaha, maupun melalui pengembangan usaha secara mandiri. Oleh karena itu, lulusan perlu memiliki keberanian untuk mencoba berbagai peluang.
Selain berbicara mengenai dunia kerja, Prof. Fransiskus juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga nama baik almamater setelah meninggalkan kampus. Para lulusan diharapkan mampu menunjukkan sikap profesional, berintegritas, memiliki etika, serta membawa nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Jurusan Kehutanan Politani Kupang.
“Setelah meninggalkan kampus, jagalah nama baik almamater. Di mana pun berada, tunjukkan bahwa kalian adalah lulusan Jurusan Kehutanan Politani Kupang yang memiliki kompetensi, etika, dan integritas,” pesannya.
Apresiasi kepada Orang Tua
Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Kehutanan juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para orang tua mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan kepada Politani Kupang, khususnya Jurusan Kehutanan, untuk mendidik putra-putri mereka. Keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan, doa, pengorbanan, dan kepercayaan orang tua selama proses pendidikan.
“Terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk kuliah di Politani Kupang, khususnya di Jurusan Kehutanan. Keberhasilan mereka hari ini tentu tidak terlepas dari doa dan dukungan Bapak dan Ibu,” ungkapnya.
Sepatah Kata dari Wisudawan Terbaik
Rangkaian kegiatan yudisium kemudian dilanjutkan dengan sepatah kata dari wisudawan terbaik, yang diwakili oleh Anggun dari Program Studi Pengelolaan Hutan. Dalam kesempatan tersebut, Anggun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas seluruh proses pendidikan yang telah dilalui bersama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan.
Yudisium Jurusan Kehutanan ini menjadi momentum bagi 55 lulusan untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme. Bekal ilmu, keterampilan, kompetensi, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Politani Kupang diharapkan menjadi modal untuk berkontribusi dalam pembangunan kehutanan dan masyarakat, baik di NTT maupun di berbagai wilayah Indonesia.
Selamat kepada 55 mahasiswa Jurusan Kehutanan yang telah menyelesaikan pendidikan. Terus belajar, tingkatkan kompetensi, berani mengambil peluang, ciptakan karya, dan jadilah lulusan Kehutanan yang mampu membawa nama baik almamater di mana pun berada.
(RS)
