Menapak Jejak Rimbawan Muda: Semangat, Ilmu, dan Kebersamaan di PKMR Angkatan XVII
Hembusan angin sejuk dan aroma pepohonan khas hutan Camplong menjadi saksi perjalanan 92 peserta calon rimbawan Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang dalam kegiatan Perkemahan Kerja dan Malam Rimbawan (PKMR) Angkatan XVII yang berlangsung selama lima hari, sejak 8 hingga 12 Juli 2025, bertempat di Taman Wisata Alam (TWA) Camplong, Kabupaten Kupang. Mengusung tema “Rimbawan Berdampak”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan teknis kehutanan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui ilmu yang mereka miliki.
Kegiatan diawali pada 8 Juli 2025 dengan upacara pelepasan peserta yang dilangsungkan secara khidmat di halaman kampus. Sebanyak 92 peserta dari Program Studi Pengelolaan Hutan dan Manajemen Sumber Daya Hutan dilepas secara resmi oleh Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa PKMR merupakan ajang yang tepat untuk menerapkan ilmu kehutanan secara nyata di lapangan, serta sebagai wadah untuk membangun kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sebagai calon rimbawan. Beliau juga menyampaikan pesan penting agar mahasiswa senantiasa menjaga keselamatan dan semangat selama kegiatan berlangsung. Upacara ini juga dihadiri oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Fabianus Ranta, S.Hut., M.Si., Ketua Jurusan Kehutanan, Meilyn R. Pathibang,S Hut.,MP., Ketua Panitia, Flora Evalina Ina Kleruk, S.Hut.,M.Sc., serta para dosen, teknisi, dan staf jurusan kehutanan. Sebagai penutup dari upacara pelepasan, seluruh peserta membentuk formasi barisan bertuliskan “PKMR XVII” yang menjadi simbol semangat, kekompakan, dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar rimbawan.
Setelah upacara, rombongan langsung bergerak menuju TWA Camplong, lokasi utama kegiatan. Setibanya di sana, peserta langsung disambut dengan sesi materi dari Ibu Deo selaku Kepala Resort TWA Camplong yang memberikan pengenalan mengenai kawasan konservasi, fungsi ekologisnya, serta potensi flora dan fauna di dalamnya. Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Herry Selan, alumni Jurusan Kehutanan yang kini bertugas sebagai Polisi Hutan di TWA Bipolo. Dalam sesi yang inspiratif ini, beliau membagikan kisah perjuangan selama kuliah dan perjalanan kariernya, sekaligus memotivasi peserta untuk tidak berhenti bermimpi dan terus berjuang dalam dunia kehutanan.
Hari kedua diisi dengan kegiatan analisis vegetasi yang dipandu oleh para dosen dan teknisi. Mahasiswa diajak untuk mempraktikkan secara langsung teknik identifikasi jenis tumbuhan, pencatatan data lapangan, dan interpretasi hasil analisis vegetatif. Memasuki hari ketiga, peserta mengikuti kegiatan pengamatan satwa, sebuah sesi pembelajaran yang mengenalkan mahasiswa pada keragaman fauna hutan serta cara melakukan pengamatan perilaku satwa secara etis dan ilmiah di habitat aslinya.
Tantangan semakin terasa pada hari keempat, saat peserta menjalani kegiatan jungle survival di siang hari—sebuah simulasi bertahan hidup di alam dengan sumber daya terbatas—yang kemudian dilanjutkan dengan jurit malam, sebuah latihan mental dalam suasana gelap dan sunyi hutan malam.
Malam kelima menjadi momen paling mengharukan sekaligus reflektif melalui kegiatan api unggun dan silvaria. Dalam suasana hangat dan penuh makna, peserta saling berbagi pengalaman dan pembelajaran selama kegiatan. Salah satu peserta, Alvito, menyampaikan kesan mendalam, “Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Pesan saya kepada teman-teman, Jangan pernah menyerah, dan selalu bersyukur apapun yang terjadi dalam hidup—baik kegagalan maupun keberhasilan—karena hidup adalah tentang perjuangan.”
Upacara penutupan dan pelantikan calon rimbawan menjadi rimbawan muda digelar dengan penuh kebanggaan pada hari sabtu, 12 Juli 2025 yang merupakan hari terakhir berlangsungnya kegiatan. Hadir dalam momen ini Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Ketua Jurusan Kehutanan, Ketua Panitia, serta para dosen, teknisi, dan staf Jurusan Kehutanan. Ibu Meylin R. Pathibang, selaku Ketua Jurusan, menyampaikan rasa syukur karena seluruh peserta menyelesaikan kegiatan dengan baik dan dalam keadaan sehat. Sementara itu, Ketua Panitia, Ibu Flora Evalina Ina Kleruk, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada peserta atas dedikasi dan semangat luar biasa yang mereka tunjukkan. Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta dan panitia melakukan foto bersama, pembersihan area kegiatan, serta menikmati makan dan doa bersama—menandai berakhirnya perjalanan lima hari yang penuh ilmu, tantangan, dan kenangan. PKMR bukan hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi para peserta untuk mengenal dirinya, alam, dan nilai-nilai sebagai rimbawan sejati.
PKMR Angkatan XVII bukan hanya tentang kegiatan lapangan, tapi tentang menumbuhkan rimbawan muda yang berdampak—bagi hutan, bagi masyarakat, dan bagi masa depan.
