• Slide15.JPG
  • Slide52.JPG
  • Slide18.JPG
  • Slide30.JPG
  • Slide8.JPG
  • Slide44.JPG
  • Slide42.JPG
  • IMG-20251205-WA0032.jpg
  • Slide38.JPG
  • Slide50.JPG
  • Slide17.JPG
  • Slide47.JPG
  • Slide45.JPG
  • Slide16.JPG
  • Slide46.JPG
  • Slide36.JPG
  • Slide5.JPG
  • Slide27.JPG
  • Slide20.JPG
  • Slide14.JPG
  • Slide23.JPG
  • Slide41.JPG
  • Slide10.JPG
  • IMG-20251205-WA0034.jpg
  • Slide19.JPG
  • Slide26.JPG
  • Slide55.JPG
  • Slide49.JPG
  • Slide4.JPG
  • Slide37.JPG
  • Slide34.JPG
  • Slide33.JPG
  • Slide12.JPG
  • Slide35.JPG
  • Slide28.JPG
  • Slide31.JPG
  • Slide53.JPG
  • Slide6.JPG
  • Slide22.JPG
  • Slide40.JPG
  • Slide9.JPG
  • Slide1.JPG
  • Slide51.JPG
  • Slide7.JPG
  • Slide29.JPG
  • Slide24.JPG
  • Slide32.JPG
  • Slide2.JPG
  • Slide13.JPG
  • Slide11.JPG
  • Slide3.JPG
  • Slide56.JPG
  • Slide43.JPG
  • Slide25.JPG
  • Slide21.JPG
  • Slide48.JPG
  • Slide54.JPG
  • Slide39.JPG

Kolaborasi Konservasi Air untuk Masa Depan Desa: PLAN International Indonesia Gandeng Politani Kupang

WhatsApp_Image_2026-02-13_at_11.03.41_AM.jpeg

Upaya menghadirkan akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat desa di Nusa Tenggara Timur kembali diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Plan International Indonesia dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Pertemuan penting tersebut dilaksanakan di Kantor Plan International Indonesia Kupang pada Kamis, 12 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi kedua lembaga dalam merancang program konservasi air yang ideal di salah satu desa dampingan PLAN di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Desa tersebut menghadapi persoalan klasik wilayah kering, yakni keterbatasan debit air bersih yang belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama saat musim kemarau.

PLAN telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi yayasan nasional pada 2017. Organisasi ini dikenal luas atas komitmennya dalam memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Di Nusa Tenggara Timur, program yang dijalankan tidak hanya fokus pada pendidikan dan perlindungan anak, tetapi juga pada penguatan infrastruktur dasar, tata kelola air, serta konservasi sumber daya air.

Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, PLAN menyampaikan bahwa konservasi air di desa dampingan memerlukan dukungan tenaga ahli, khususnya dalam bidang kehutanan dan konservasi tanah dan air. Oleh karena itu, Politani Kupang sebagai institusi pendidikan vokasi di bidang pertanian dan kehutanan dipandang sebagai mitra strategis.

Kehadiran Tim Ahli Kehutanan

Politani Kupang mengirimkan tim dosen kehutanan untuk melakukan pembahasan teknis awal. Dosen yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah:

  • Prof. Prof. Dr. Ir. Jeriels Matatula, S.Hut., M.Sc
  • Dr. Ir. Fransiskus Xaverius Dako, S.Hut., M.Sc., IPU
  • Meilyn R. Pathibang, S.Hut., M.P
  • Kletus Florianus Sera Gare, S.Hut., M.Sc

Kehadiran para akademisi ini menunjukkan komitmen kuat perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan. Diskusi menitikberatkan pada tahapan konservasi air yang terstruktur, mulai dari persiapan sosial hingga monitoring debit air.

Tahapan Konservasi yang Dirancang

Secara umum, program konservasi air akan dilakukan melalui beberapa tahap penting. Pertama, persiapan sosial dan pendekatan partisipatif masyarakat. Tahap ini bertujuan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga sumber air dan memastikan keterlibatan aktif warga desa dalam setiap proses.

Kedua, survei dan analisis wilayah. Tim ahli akan melakukan identifikasi kondisi biofisik, termasuk topografi, jenis tanah, tutupan lahan, serta daerah resapan air. Analisis ini penting untuk menentukan lokasi prioritas rehabilitasi dan strategi konservasi yang tepat.

Ketiga, penanaman vegetasi konservasi yang sesuai dengan karakteristik lahan. Pemilihan jenis tanaman tidak hanya mempertimbangkan aspek ekologis, tetapi juga manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pendekatan agroforestri berbasis masyarakat menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan, sehingga konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Keempat, monitoring dan evaluasi. Pengukuran debit air secara berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas intervensi yang diterapkan. Data yang diperoleh akan menjadi dasar perbaikan program secara berkelanjutan.

Dampak Sosial dan Pendidikan

Program konservasi air ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga pada pemenuhan hak dasar masyarakat. Di banyak desa, keterbatasan air sering kali berdampak pada kesehatan keluarga dan aktivitas pendidikan anak. Anak-anak, terutama anak perempuan, kerap membantu orang tua mengambil air ketika sumber air semakin jauh atau debitnya menurun.

Dengan meningkatnya ketersediaan air bersih, waktu dan energi yang sebelumnya digunakan untuk mencari air dapat dialihkan untuk kegiatan belajar dan aktivitas produktif lainnya. Hal ini sejalan dengan mandat PLAN dalam memperjuangkan hak anak dan kesetaraan gender.

Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi

Bagi Politani Kupang, kerja sama ini menjadi implementasi nyata tridharma perguruan tinggi. Dosen dapat mengembangkan penelitian terapan berbasis kebutuhan riil masyarakat, sementara mahasiswa berpeluang terlibat dalam praktik lapangan dan kegiatan pengabdian.

Kolaborasi ini juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan daerah. Pendekatan berbasis sains dan data diharapkan mampu menghasilkan model konservasi yang efektif dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Menuju Kemitraan Berkelanjutan

Pertemuan 12 Februari 2026 tersebut menjadi titik awal penyusunan rencana kerja teknis yang lebih detail. Kedua pihak berkomitmen untuk menindaklanjuti diskusi melalui survei lapangan dan perencanaan aksi bersama.

Semangat kolaborasi antara PLAN dan Politani Kupang menunjukkan bahwa persoalan krisis air di wilayah kering dapat diatasi melalui sinergi multipihak. Dengan menggabungkan kepedulian sosial, keahlian akademik, dan partisipasi masyarakat, program konservasi air di Timor Tengah Selatan diharapkan mampu meningkatkan debit air secara signifikan dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan desa.

Kolaborasi ini bukan sekadar proyek lingkungan, tetapi investasi untuk masa depan—menjaga sumber daya alam, memperkuat ketahanan masyarakat, serta memastikan setiap anak memiliki akses terhadap air bersih sebagai hak dasar yang harus dipenuhi.

(RS)

More in Berita  

Login Form